
Jumat, 24 Juli 2026, Sore itu di Pondok Petani Lembah Batu Sofa, Kabupaten Bogor, suasana terasa berbeda. dibanding sebelumnya. Kedatangan Mbak Qori, Mas Agus dan Mas Fikar sebagai narasumber – talenta muda dari Aliansi Organik Indonesia (AOI), sebuah perkumpulan pertanian organik terbesar di Indonesia menularkan semangat bagi Bapak Ibu Petani anggota Kelompok Tani Lembah Batu Sofa yang usia nya rata-rata diatas 40 tahun.

Puluhan petani duduk melingkar di bangku bambu. Tidak ada sekat antara narasumber dan peserta. Setiap orang membawa cerita dari lahannya masing-masingโtentang tanah yang mulai lelah, biaya produksi yang terus meningkat, hingga harapan agar hasil panen mereka semakin bernilai.

Namun hari itu bukan sekadar belajar. Hari itu adalah awal membangun sebuah komitmen bersama. Melalui Pelatihan Pengenalan Internal Control System (ICS), para petani mulai mengenal bahwa pertanian organik bukan hanya soal tidak menggunakan bahan kimia. Pertanian organik juga tentang kejujuran, disiplin, saling percaya, dan bekerja bersama menjaga kualitas produk.
Diskusi berlangsung hangat. Pertanyaan demi pertanyaan mengalir. Bagaimana membuat dokumentasi budidaya? Mengapa inspeksi internal penting? Bagaimana kelompok dapat menjamin bahwa setiap anggotanya menerapkan prinsip organik secara konsisten?

Yang paling menarik, para petani menyadari bahwa sebenarnya banyak solusi sudah tersedia di sekitar mereka.
🌾 Jerami yang selama ini dianggap limbah.
🐄 Kotoran ternak yang dapat diolah menjadi pupuk.
🌿 Daun-daunan, rebung bambu, hingga bahan-bahan lokal yang dapat menjadi pupuk organik, Mikroorganisme Lokal (MOL), bahkan pestisida nabati.
Semua itu adalah kekayaan desa yang selama ini sering dipandang biasa, padahal memiliki nilai besar untuk membangun pertanian yang lebih mandiri.
Bagi JKTI, keberhasilan pertanian organik agroforestri tidak diukur hanya dari banyaknya hasil panen.
Keberhasilan dimulai ketika petani saling belajar, saling menguatkan, dan memiliki sistem yang memastikan setiap proses dilakukan dengan penuh tanggung jawab.
Internal Control System (ICS) menjadi jembatan menuju tujuan tersebutโmembangun kelompok tani yang kuat, produk yang terpercaya, serta masa depan pertanian yang lebih sehat bagi generasi mendatang.
💚 Terima kasih kepada seluruh petani yang telah berbagi pengalaman, semangat, dan keyakinan bahwa perubahan selalu dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan bersama.

Mari terus menanam harapan, merawat tanah, menjaga kearifan lokal, dan membangun pertanian organik Indonesia dari desa.
Disclaimer:
Kegiatan ini diselenggarakan dengan dukungan pendanaan bersama Uni Eropa dan Yayasan Penabulu pada program COEVOLVE 2. Materi dalam publikasi ini diproduksi oleh Perkumpulan JKTI dengan dukungan Bersama dari Uni Eropa dan Yayasan Penabulu. Pendapat/pandangan yang dinyatakan dalam publikasi ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab Perkumpulan JKTI dan bukan mencerminkan pendapat/pandangan Uni Eropa.

Leave a Reply