
Kampung Cijulang, Jumat, 17 Juli 26, Kegiatan gotong royong merupakan bagian dari Program Pengembangan Pertanian Organik Agroforestri Berbasis Kearifan Tradisi untuk Memperkuat Ketahanan Pangan Lokal Komunitas untuk Daya Lenting Komunitas atas Perubahan Iklim, yang bertujuan memperkuat kapasitas organisasi petani sebagai fondasi pembangunan pertanian yang berkelanjutan. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program CO-EVOLVE 2 yang dilaksanakan JKTI dengan dukungan pendanaan dari Uni Eropa dan Yayasan Penabulu untuk memperkuat kapasitas organisasi masyarakat sipil dan komunitas lokal dalam mendorong transisi hijau yang adil dan inklusif.
Kegiatan gotong royong ini dilaksanakan setiap seminggu sekali dengan melibatkan petani yang terlibat dalam program dan ke depannya diharapkan akan dapat melibatkan komunitas kampung Cijulang. Menurut petani Cijulang, gotong royong masyarakat yang dahulunya sangat kuat mulai memudar pada beberapa tahun belakangan ini. Oleh karenanya, program ini menjadi salah satu pemicu untuk menghidupkan semangat “andilan” atau gotong royong yang merupakan semangat kebersamaan warganya dalam membangun kampung.
Kegiatan gotong royong pertama ini, dimulai pagi hari pada pukul 7 dan diakhiri pada pukul 11 yang dilaksanakan di dua lokasi, lokasi pertama di wilayah RT3 dan lokasi kedua berada wilayah RT 1. Kedua lokasi kebun percontohan ini akan dikelola oleh kelompok untuk mempraktekkan Pertanian Organik Agroforestri yang menjadi inti dari program ini.


Usia gotong royong pada pagi hingga siang tersebut, sore harinnya petani berkumpul lagi berdiskusi sambil ngopi untuk mengevaluasi proses dan hasil kerja setengah hari tadi dan sekaligus membahas rencana- rencana kegiatan selama bulan Juli ini.

Disclaimer:
Materi dalam publikasi ini diproduksi oleh JKTI dengan dukungan Bersama dari Uni Eropa dan Yayasan Penabulu. Pendapat/pandangan yang dinyatakan dalam publikasi ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab JKTI dan bukan mencerminkan pendapat/pandangan Uni Eropa.

Leave a Reply